Monday, August 6, 2007
| Senin, 30 Juli 2007 Meningkatkan Kualitas dengan Inheren Dewasa ini, minat masyarakat terhadap jurusan teknik semakin menurun. Bahkan banyak perguruan tinggi teknik yang gulung tikar karenannya. Namun demikian, masih banyak perguruan tinggi yang mampu bertahan. Salah satu diantaranya Institut Sains dan Teknologi Nasional (ISTN). "Salah satu aspek yang membuat kami dapat bertahan adalah kami telah lama berdiri, sudah sekitar 50 tahun. Kami juga sangat menjaga kualitas pendidikan di sini," ujar Purek IV Bidang Kerjasama dan Afiliasi ISTN Ir M Hamdani, M Eng. Untuk menjaga kualitas pendidikan, ISTN melakukan kerja sama dengan pihak lain. Baik dalam bidang akademik maupun dalam bidang lain yang mendukung terjaganya kualitas pendidikan. Salah satunya adalah Inheren (Information Higher Education Network). Salah satu program hasil kerja sama ISTN dengan Dikti. Program ini merupakan program untuk membentuk jaringan antar perguruan tinggi di Indonesia. "Kalau sudah jalan 100 persen, kita bisa menggunakan fasilitas kampus lain. Misalnya, menggunakan fasilitas yang dimiliki UI seperti laboratorium atau perpustakaan, secara virtual. Kami juga bisa melakukan teleconference," jelas Hamdani. Saat ini yang sudah tergabung dalam Inheren sekitar 32 perguruan tinggi negeri dan lima perguruan tinggi swasta di Jakarta. Anggotanya antara lain, Universitas Indonesia, Bina Nusantara, Gunadarma, Atmajaya, dan Dharma Persada. Dengan adanya Inheren ini, saat ini di ISTN terdapat tiga akses untuk berkomunikasi. Yaitu intranet untuk keperluan komunikasi di dalam kampus, internet untuk komunikasi nasional dan internasional, dan inheren untuk komunikasi antar perguruan tinggi anggota inheren. Hamdani menambahkan, beberapa hal yang sedang disempurnakan adalah content dari Inheren itu sendiri. Kampus yang didirikan oleh Prof Dr Ir Roosseno atau yang biasa dikenal sebagai Bapak Beton Indonesia ini juga mengadakan kerja sama dengan Dinas Pendidikan Menengah dan Tinggi (Dikmenti) DKI Jakarta. Bentuk kerja sama antara lain melakukan training untuk Dikmenti dalam hal penggunaan Teknik Informatika (TI). Lalu penataran TI untuk guru-guru SMA. Kemudian kerja sama lainnya dengan Dikti, yaitu memberikan pelatihan kepada fresh graduated untuk masuk ke dunia kerja. ISTN juga memiliki program kerja sama dengan LIA untuk meningkatkan kualitas bahasa Inggris mahasiswa ISTN. "Jadi pelaksanaan pengajaran bahasa Inggris bukan kami yang jalankan, melainkan sepenuhnya dilakukan oleh pihak LIA. Selain mahasiswa, dosen juga mengikuti program ini," ujar Purek I Bidang Akademik ISTN Ir Budi Santoso, M Sc. Kerja sama juga dibuat untuk memfasilitasi mahasiswa ISTN yang hendak magang di perusahaan. Kerja sama ini antara lain dilakukan dengan Telkom, Indosat, Astra dan perusahaan lainnya. Bahkan, ISTN juga melakukan kerja sama dengan perusahaan untuk membantu melakukan proses rekrutmen karyawan. Untuk kerja sama ini dilakukan ISTN dengan MNC dan United Tracktor. Dosen juga kerap kali diminta untuk menjadi tenaga ahli dalam proyek-proyek yang dilakukan oleh perusahaan swasta dan pemerintah. Bentuk kerja sama lainnya yang dilakukan ISTN adalah kerja sama untuk melakukan penelitian. Kerja sama ini antara lain dengan BPPT dan ESDM. "Setiap dosen kami wajibkan untuk melakukan penelitian," ujar Hamdani. Hal ini dilakukan berkaitan dengan Tridharma perguruan tinggi, yaitu pengajaran dan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Hasil penelitian yang telah dilakukan oleh dosen antara lain PLTA mikro hidro atau PLTA dengan skala kecil yang menggunakan aliran sungai sebagai sumber tenaga yang kemudian diubah menjadi tenaga listrik. PLTA ini sudah diterapkan di beberapa daerah di Jawa Barat. Kerja sama juga dilakukan ISTN dalam bentuk penyediaan fasilitas pendidikan, yaitu bengkel otomotif. Ini merupakan hasil kerja sama dengan PT Suzuki Indomobil. Untuk saat ini bengkel yang sudah berjalan sejak tiga tahun lalu ini, masih digunakan untuk keperluan akademis. Namun untuk ke depannya bengkel ini diharapkan dapat digunakan sebagai fasilitas kursus-kursus untuk umum. Selain bengkel otomotif, fasilitas lain yang disediakan ISTN adalah hot spot untuk penggunaan jaringan internet gratis di lingkungan kampus. Serta penyediaan komputer dengan software berlisensi yang merupakan hasil kerja sama dengan Microsoft. Kerja sama di bidang TI juga dilakukan dengan Cisco, Indosat (cyber campus), serta Telkom (Smart Campus). Hal lain yang juga dilakukan adalah melakukan perbaikan dalam hal kurikulum. Untuk tahun ajaran ini, ISTN berencana membuka beberapa jurusan baru, yaitu Jurusan Manajemen Informatika yang berada di bawah Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Jurusan Lansekap yang berada di bawah Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), dan Jurusan Teknik Informatika yang berada di bawah Fakultas Teknologi Industri (FTI). "Untuk jurusan baru ini sedang dalam proses perizinan. Jika berjalan sesuai dengan rencana, kira-kira sebulan ke depan jurusan ini sudah berjalan," ujar Budi Santoso. Selain itu, ISTN juga membuka program profesi Apoteker. Ini merupakan program lanjutan selama satu tahun untuk mahasiswa S1 yang hendak menjadi apoteker. |
posted by Mastok at 2:30 AM

